UIM AKAN DIJADIKAN PUSAT PERCONTOHAN DI BIDANG PERPAJAKAN
FISIP-Makassar. Guna menindak lanjuti kerjasama yang lebih luas lagi dengan Direktorat Jendera Pajak (DJP) Sulselbartra , civitas akademik UIM telah bertemu dan berdiskusi dengan pihak kantor DJP, dalam hal ini diwakili Agus Suprayetno Kepala Seksi Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara. Sementara dari pihak UIM diwakili oleh WR II , Badruddin Kaddas , M.Ag, Ph.D Kepala Biro Muh. Najib, S.Ag, M.Pd bersama tim Fisip yang dipimpin Dekan Dr. Nahdiana, M.Si beserta jajarannya termasuk WD I, Andi Indah Lestari AM, SE., MM, WD II Karmilah S.Sos, MM, Ketua Program Studi (KPS) Administasi Fiskal, Nisma Ariska Masdar, SE.,M.Ak, Ketua Tax Center, Nugraha Abhull Azwad, SE.,M.Ak. Kepala Lab Komunikasi dan Media, Anil Hukma, S.Sos., M.I.Kom, Ketua Senat Mahasiswa Fisip Muh Amin dan Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Adminsitrasi Fiskal Nuraisyah. Pertemuan kedua institusi berlangsung di Gedung Direktorat Jenderal Pajak , Jalan Urip Sumihardjo, pada Rabu siang (4/10).
Dikatakan Agus SP bahwa dalam pertemuan sebelumnya dengan pihak UIM , dalam hal ini program Studi Administrasi Fiskal, pihak Kanwil Pajak mengajak untuk datang bareng bareng sambil membicarakan rencana kegiatan dan event besar yang akan dilaksanakan. Salah satu event yang dimaksud adalah kegiatan kuliah umum oleh kepala Kanwil DJP di hadapan mahasiswa dan civitas akademika UIM serta pemberian penghargaan di bidang perpajakan. Ditambahkan Agus, Kepala Kanwil bersedia memberi kuliah umum, kerena tertarik dengan mahasiswa sebagai calon pembayar pajak baru.
Diakui Agus, kalau selama ini tidak ada istilah butuh atau tidak, pada sesama lembaga atau kanwil pajak butuh universitas dan sebaliknya univesitas butuh kanwil pajak, tetapi yang ada adalah mitra yang saling membutuhkan atau partnership. “ Kita sama sama membutuhkan. Dalam hal ini, kami ingin ikut membantu mengembangkan UIM dalam hal pengembangan studi di bidang perpajakan. Selain itu siap menerima masukan masukan dan bisa kita kerjasamakan, sehingga ke depan UIM diharapkan jadi percontohan pengembangan perpajakan khususnya kegiatan kegiatan kreatif, inovatif dan publikasi. Selain itu akan diusulkan ke kepala kanwil untuk diberi penghargaan,” ujar Agus.
Agus berharap hubungan kelembagaan bisa berlanjut. Untuk itu pihaknya memberi masukan agar pihak prodi administrasi fiskal, khususnya pengembangan tax center, dapat memasukkan rencana rencana kerja untuk tahun 2024 . “Progam kerja yang betul betul membangun, logis, sehingga dapat berlanjut menjadi program yang strategis yang nantinya bisa di lunching bersama sama secara nasional,”ujar Agus”.
Mewakili institusi UIM, WR 2 mengatakan kalau selama ini telah terjalin kerjasama khusus, dengan Tax Center di UIM. Untuk itu kata WR II, diperlukan program-program lain yang selanjutnya bisa dikolaborasikan. Salah satunya program MBKM . Dimana mahasiswa dapat melakukan praktek magang selama 6 bulan, sehingga pengetahuannya bisa lebih mendalam soal manajemen keuangan ataupun perpajakan.
Selain itu, tambah WR II, ada motivasi mahasiswa bisa membayar pajak melebihi pemilik perusahaan besar sekalipun. Mahasiswa sangat perlu diberi edukasi terutama visi keilmuan dan bagaimana kenyataan di dunia kerja. Karena ini juga menjadi bagian dari IKU universitas. Dikatakan, lulusan mahasiwa sekurang-kurangnya 6 bulan setelah sarjana, sudah bekerja. Bagaimana ini bisa terwujud, maka perlu kemitraan. Kita juga bisa bermitra dengan perusahaan lainnya. Dalam ucapan akhirnya, WR II berharap semoga kepercayaan dan kerjasama ini bisa berjalan terus. (nik)