KITA BANGUN KOMITMEN KEBERSAMAAN DENGAN SYAWALAN KELEMBAGAAN

Fisip-UIMakassar. Sivitas Akademika Universitas Islam Makassar (UIM) telah melaksanakan acara Halal Bi Bihalal pada  Senin (16/4). Kegiatan  diadakan di Auditorium K.H. Muhyidin Zain, yang dihadiri Rektor UIM  Prof. Dr. H. Muammar Bakry Lc, M.Ag, seluruh Dekan dan Pasca Sarjana, serta struktural lainnya, para dosen, tendik dalam  lingkup UIM. Halal Bi Halal ini merupakan momen penting sebagai ajang silaturahmi dalam menyatukan seluruh elemen universitas setelah ramadhan dan perayaan Idul Fitri.

Dalam acara Halal Bi Halal ini para dekan se-UIM menyampaikan testimoninya selama bulan suci ramadhan. Bergiliran Dekan se-UIM diberikan waktu untuk memberikan ucapan dan testimoninya. Khusus untuk Dekan Fisip  Dr. Nahdiana, M.Si dalam testimoninya mengatakan kegiatan halal bi halal kali ini agak istimewa karena adanya waktu yang diberikan kepada Dekan untuk menceritakan pengalamannya selama Ramadhan, selama ini kita hanya mendengarkan tausyiah. Kedua, Dekan Fisip juga mengucapkan terima kasih kepada para panitia maba Fisip dan dosen Fisip yang telah melakukan promosi selama ramadhan dengan berbagai bentuk baik online maupun offline juga dengan cara membawa alat peraga ke kampungnya masing masing sebagai bentuk promosi UIM.

Usai semua para Dekan dan Direktur Pasca UIM menyampaikan testimoninya lalu dilanjutkan dengan sambutan Rektor. Dikatakan Rektor, ”Syawal adalah bulan setelah Ramadhan dimana rangkaian ibadah termasuk puasa telah dilaksanakan, hingga masuk bulan Syawal. Syawal artinya peningkatan, jadi kalau kita jalan datar atau turun bukan syawal namanya, syawal itu kalau kita berjalan, naik terus. Bulan syawal  hadir karena kita berharap ada peningkatan kualitas dari segi kualitas ibadah yang kita lakukan. Kalau ibadah yang kita lakukan sama saja dengan sebelumnya itu artinya bukan swayal”.

”Jika selama ini hanya shalat minimalis saja tetapi setelah ramadhan aktivitas jamaahnya ditingkatkan, lebih rajin shalat sunnah dan ibadah lainnya berarti itu syawal yang artinya ada peningkatan dari segi ibadah. Namun itu sifatnya hanya pribadi, ” ujar Rektor.

Dikatakan oleh Rektor, yang paling utama lagi adalah bagaimana ibadah yang kita lakukan itu efeknya bisa dinikmati oleh orang lain, dalam hal ini bisa juga efeknya kepada lembaga dan institusi. Ini yang perlu kita pikirkan.

”Hemat saya, kata Rektor, yang pengaruhnya atau efeknya dinikmati orang lain dimana sebagai sivitas akademika maka ibadah kita adalah melaksanakan tri darma perguruan tinggi semaksimal mungkin. Artinya kalau seorang dosen melaksanakan tridarma maka itu bukan hanya ibadah atau sembahyang pribadinya tapi itu juga sudah melakukan aktivitas-akitivitas yang dinikmati oleh orang lain, oleh lembaga,” ujar Rektor.

Ditambahkan oleh Rektor, apa-apa saja tri darma, tentu adalah  pengajaran, pengabdian dan penelitian. Artinya seorang dosen UIM yang mengajar dan mengisi absen di sistem dengan teratur dan tidak bolong-bolong. Demikian juga bila pengabdian masyarakat dan penelitiannya bertambah maka  itu artinya perjalanan syawalnya meningkat. Untuk itu rektor menekankan agar para dosen dan tendik mengerjakan tugasnya sesuai tupoksi dan memaksimalkannya karena ini sangat menentukan perjalanan, proses dan progres akademik kita.

Ditambahkan  Rektor bahwa kita harus punya  komitmen bahwa kampus ini seperti ladang sawah kita semua,  harus bekerja  bersama, kita bangun komitmen kebersamaan. Prodi, fakultas dan rektorat komitmen memajukan institusi. Untuk itu bagaimana kita terus menyuburkan ladang akademik,  yang insya Allah bisa menjadi amal jariah kita semua.

Kegiatan Halal Bi Halal kali ini lebih syahdu dan meriah dengan hadirnya grub hadrah dengan lagu-lagu religinya selama acara berlangsung. Kelompok hadrah ini merupakan bentukan dari mahasiswa yang sedang melaksanakan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Universitas Islam Makasar yang berasal dari berbagai perguruan tinggi, antara lain mahasiswa dari Riau, Lombok, Mataram, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Cirebon Jabar. (Fisip)

Leave a Comment