Dekan FISIP UIM Laksanakan Pengabdian Kolaborasi Bersama Fakultas MIPA dan ILKES di SMAIT Ar-Rahmah
FisipUIMakassar-Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Makassar (UIM) Dr. Nahdiana, S.Sos., M.Si melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat yang bersifat kolaborasi bersama Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) serta Fakultas Ilmu Kesehatan (ILKES). Kegiatan ini berlangsung di SMAIT Ar-Rahmah pada Senin (10/2) dengan menghadirkan sebanyak 60 siswa kelas 12 sebagai peserta.
Dalam kesempatan tersebut, Dekan FISIP UIM Dr. Nahdiana, S.Sos, M.Si menyampaikan materi bertajuk ”Tantangan dan Solusi Komunikasi Kesehatan Reproduksi Remaja di Era Digital”. Materi ini menyoroti bagaimana teknologi digital berperan dalam kehidupan remaja, khususnya dalam mengakses informasi mengenai kesehatan reproduksi.
Kegiatan diawali dengan pemaparan materi tentang apa itu kesehatan reproduksi remaja dan bahaya melakukan seks pranikah yang disampaikan oleh dosen Prodi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan, Hadijah, S.ST., M.Kes. dan Riswanti, S.ST., M.Keb. Kemudian pembahasan dilanjutkan tentang bagaimana remaja saat ini memanfaatkan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari. Disampaikan bahwa media digital telah menjadi sumber utama informasi bagi remaja, termasuk dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Remaja kini dapat dengan mudah mengakses berbagai sumber belajar serta informasi kesehatan reproduksi melalui internet.
Namun, kemudahan akses informasi ini juga menghadirkan tantangan, seperti penyebaran informasi yang tidak akurat dan kurangnya pendidikan seksual yang komprehensif. Oleh karena itu, dalam pemaparannya, Dekan FISIP menekankan pentingnya penggunaan sumber informasi yang terpercaya serta peran orang tua dan guru dalam mendampingi remaja agar dapat memahami isu-isu kesehatan reproduksi dengan baik.
Beberapa tantangan yang dihadapi remaja dalam era digital antara lain adalah maraknya penyebaran informasi yang salah di media sosial, kurangnya edukasi seksual yang memadai, serta risiko kesehatan mental akibat tekanan sosial. Untuk mengatasi hal ini, disarankan adanya program pendidikan berbasis digital yang mengedukasi remaja tentang kesehatan reproduksi secara tepat dan interaktif.
Selain itu, kampanye kesadaran di media sosial juga diperlukan untuk menjangkau lebih banyak remaja dengan informasi yang benar. Kerjasama dengan para ahli kesehatan serta tenaga pendidik juga diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam terkait isu ini.
Dekan FISIP UIM juga menyoroti pentingnya peran orang tua dan guru dalam mendukung pembelajaran kesehatan reproduksi. Komunikasi yang terbuka antara remaja dengan orang tua dan guru diyakini dapat meningkatkan kepercayaan diri remaja dalam membahas topik kesehatan. Selain itu, pendekatan pendidikan berbasis keluarga juga dapat membantu mengurangi stigma serta memberikan nilai-nilai penting dalam memahami kesehatan reproduksi.
Dalam kegiatan tersebut, Dekan Fak. MIPA juga menjelaskan tentang pentingnya menjaga kesehatan dengan menjalankan pola hidup sehat, seperti melakukan olahraga teratur, makan makanan bergizi, serta mengkomsumsi obat penambah darah. Karena usia remaja pertengahan rentan dengan kasus kekurangan sel darah merah, khususnya remaja putri yang tiap bulan mengalami menstruasi.
Dengan adanya kegiatan pengabdian ini, diharapkan para siswa SMAIT Ar-Rahmah dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai kesehatan reproduksi serta mampu memanfaatkan teknologi digital secara bijak untuk mendapatkan informasi yang akurat dan bermanfaat (Fisip).