FISIP UIM Hadirkan Edukasi Kreatif: Dari FOMO ke Cuan untuk Siswa SMA

Makassar — Mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis FISIP Universitas Islam Makassar (UIM) melaksanakan kegiatan ko-kurikuler 2 yang dirangkaikan dengan pengabdian kepada masyarakat melalui sosialisasi bertema “Dari FOMO Jadi Cuan: Pemanfaatan Tren Digital untuk Kewirausahaan Siswa SMA” (Senin, 20 April 2026). Kegiatan ini menyasar siswa tingkat SMA Negeri 18 Makassar sebagai upaya meningkatkan literasi digital sekaligus mendorong jiwa kewirausahaan sejak dini.

Kegiatan ini didampingi oleh dosen pembimbing Ko-Kurikuler Norhaedah Kahar, SE, M.Si. yang turut memastikan pelaksanaan berjalan efektif serta memberikan arahan akademik kepada mahasiswa selama kegiatan berlangsung. Sementara itu, materi utama disampaikan oleh Ernawati, S.ST, M.Ab. sebagai pemateri yang mengupas secara mendalam fenomena Fear of Missing Out (FOMO) di kalangan generasi muda.

Dalam pemaparannya, Ernawati menjelaskan bagaimana tren digital yang sering diikuti secara konsumtif dapat diubah menjadi peluang produktif yang menghasilkan nilai ekonomi. Ia menekankan pentingnya pola pikir kreatif dan adaptif dalam melihat peluang usaha di era digital.

“Selama ini banyak yang hanya ikut-ikutan tren. Padahal, jika dikelola dengan tepat, tren tersebut bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan,” ujarnya.

Melalui pendekatan yang komunikatif, para peserta diajak memahami berbagai peluang bisnis berbasis digital, seperti pemanfaatan platform media sosial untuk pemasaran, pembuatan konten kreatif, hingga pengenalan konsep personal branding sebagai modal awal berwirausaha. Selain itu, siswa juga diberikan contoh konkret strategi sederhana memulai usaha digital dengan memanfaatkan tren yang sedang berkembang.

Dosen pendamping Norhaedah Kahar juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran mahasiswa yang berbasis praktik.

“Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa, tetapi juga melatih mahasiswa untuk mampu mengimplementasikan ilmu secara langsung di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini karena dinilai memberikan wawasan baru bagi siswa dalam menghadapi tantangan era digital.

“Kegiatan seperti ini sangat relevan dengan kondisi siswa saat ini. Mereka tidak hanya diajarkan menjadi konsumen digital, tetapi juga diarahkan menjadi kreator dan wirausahawan,” ujar salah satu guru.

Kegiatan ko-kurikuler ini merupakan bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan siswa SMA dapat lebih bijak dalam menyikapi tren digital serta mampu memanfaatkannya sebagai peluang usaha yang kreatif dan produktif.

Leave a Comment