Instagram, Opini Publik, dan Kamtibmas: Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UIM Kupas Kekuatan Media Sosial di Era Digital

Makassar – Media sosial kini tidak hanya menjadi sarana komunikasi dan hiburan, tetapi juga berkembang menjadi ruang publik digital yang membentuk opini, partisipasi, dan kesadaran masyarakat terhadap berbagai isu sosial maupun kebijakan publik. Fenomena tersebut menjadi fokus penelitian dua mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Makassar (UIM) dalam ujian skripsi mereka, Sabtu, 13 Juni 2026.

Mahasiswa Rahmat Syah Putra mengangkat penelitian berjudul “Ruang Publik Digital Terkait Protes Masyarakat Instagram terhadap Isu Kenaikan Tunjangan Anggota DPR di Makassar.”

Penelitian ini mengkaji bagaimana media sosial, khususnya Instagram, menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, kritik, dan protes terhadap isu-isu kebijakan publik yang dianggap menyentuh kepentingan masyarakat. Dalam kajiannya, Rahmat menyoroti respons masyarakat terhadap isu kenaikan tunjangan anggota DPR yang memunculkan berbagai bentuk diskusi dan perdebatan di ruang digital.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial telah berfungsi sebagai ruang publik baru yang memungkinkan masyarakat berpartisipasi secara aktif dalam proses komunikasi politik. Melalui komentar, unggahan, dan berbagai bentuk interaksi digital, masyarakat dapat mengekspresikan pandangan mereka terhadap kebijakan yang berkembang.

Penelitian tersebut dibimbing oleh Anil Hukmah, S.Sos., M.I.Kom. dan diuji oleh Pramudita Budi Rahayu, S.Sos., M.I.Kom.

Sementara itu, mahasiswa Muh. Ichsan mengangkat penelitian berjudul “Pengaruh Konten Edukasi Humas Polres Sinjai terhadap Awareness Masyarakat tentang Kamtibmas.”

Penelitian ini berfokus pada efektivitas konten edukasi yang dipublikasikan oleh Humas Polres Sinjai melalui media digital dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Dalam penelitiannya, Ichsan menemukan bahwa konten edukatif yang disajikan secara menarik, informatif, dan mudah dipahami mampu meningkatkan pemahaman serta awareness masyarakat terhadap pentingnya menjaga keamanan lingkungan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa media sosial tidak hanya menjadi ruang kritik publik, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai instrumen edukasi dan komunikasi kelembagaan yang efektif.

Penelitian ini dibimbing oleh Pramudita Budi Rahayu, S.Sos., M.I.Kom. dan diuji oleh Dr. Hj. Rahmah Fitriana, S.Sos., M.Si.

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UIM memberikan apresiasi kepada kedua mahasiswa yang mengangkat isu-isu komunikasi digital yang sangat relevan dengan perkembangan masyarakat saat ini.

“Perkembangan media sosial telah mengubah pola komunikasi masyarakat. Di satu sisi media sosial menjadi ruang partisipasi publik dalam menyampaikan aspirasi terhadap kebijakan pemerintah, sementara di sisi lain menjadi media strategis bagi lembaga dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat. Kedua penelitian ini menunjukkan pentingnya memahami dinamika komunikasi digital dalam kehidupan sosial modern,” ujarnya.

Melalui penelitian yang responsif terhadap perkembangan teknologi dan media, mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UIM terus didorong untuk menghasilkan karya ilmiah yang mampu menjelaskan fenomena komunikasi kontemporer sekaligus memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu komunikasi di era digital.

Leave a Comment