QRIS Dorong Kepuasan Pelanggan, Mahasiswa FISIP UIM Teliti Peran Transaksi Digital pada Industri Kecantikan
Makassar, 27 Juni 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Makassar (UIM) kembali melaksanakan ujian tutup mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis. Salah satu mahasiswa yang mengikuti ujian adalah Faezha Amalya (NIM 22042014030) dengan penelitian berjudul “Pengaruh Kemudahan Transaksi Menggunakan QRIS dan Persepsi Manfaat terhadap Kepuasan Pelanggan di FA Beauty Studio.”
Ujian tutup dilaksanakan pada Sabtu, 27 Juni 2026, bertempat di Ruang Seminar FISIP UIM, dengan menghadirkan Dr. Nahdiana, S.Sos., M.Si. sebagai Ketua Sidang, Dr. Mahyus, S.E., M.Si. sebagai Pembimbing Utama, serta Muliati, S.E., M.M. sebagai Penguji.
Penelitian ini mengangkat fenomena yang semakin relevan di era transformasi digital, yakni meningkatnya penggunaan sistem pembayaran non-tunai melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada sektor jasa, termasuk industri kecantikan. Kemudahan transaksi digital dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam membentuk pengalaman pelanggan yang lebih praktis, cepat, dan efisien.
Dalam penelitiannya, Faezha Amalya mengkaji bagaimana persepsi konsumen terhadap manfaat penggunaan QRIS dapat memengaruhi tingkat kepuasan pelanggan pada FA Beauty Studio. Kajian tersebut diharapkan dapat menjadi masukan bagi pelaku usaha jasa kecantikan untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi pembayaran digital yang kini semakin diminati masyarakat.
Ketua Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis FISIP UIM, Muliati, S.E., M.M., menyampaikan bahwa penelitian mengenai digitalisasi layanan menjadi salah satu tema yang strategis dalam pengembangan ilmu administrasi bisnis saat ini.
“Transformasi digital telah mengubah perilaku konsumen, termasuk dalam cara melakukan transaksi. Penelitian ini menunjukkan bahwa inovasi pembayaran digital seperti QRIS tidak hanya memberikan kemudahan, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas layanan dan kepuasan pelanggan,” ujarnya.
Pelaksanaan ujian berlangsung lancar dan interaktif. Berbagai pertanyaan dan masukan dari tim penguji menjadi bagian penting dalam penyempurnaan hasil penelitian, sehingga diharapkan mampu memberikan kontribusi akademik maupun praktis bagi pengembangan bisnis berbasis teknologi digital.