FISIP UIM Gelar Yaumul Qur’an, Sivitas Akademika Dalami Kandungan Surat Al-Humazah

Makassar, 21 September 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Makassar (UIM) kembali melaksanakan kegiatan Yaumul Qur’an bersama sivitas akademika sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan spiritual dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan akademik.

Kegiatan diawali dengan mengaji bersama yang diikuti oleh sivitas akademika FISIP UIM. Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan di tengah aktivitas akademik fakultas.

Setelah kegiatan mengaji, acara dilanjutkan dengan kajian Al-Qur’an yang membahas Surat Al-Humazah ayat 1 yang disampaikan oleh Dr. H. Aras Solong, M.Si. Kajian tersebut menjadi ruang refleksi bagi sivitas akademika untuk memahami pesan moral dan nilai-nilai yang terkandung dalam ayat Al-Qur’an serta relevansinya dengan kehidupan sehari-hari.

Dalam kajiannya, Dr. H. Aras Solong, M.Si. menekankan pentingnya menjaga lisan dalam kehidupan bermasyarakat maupun lingkungan akademik. Menurutnya, pesan Surat Al-Humazah tidak hanya berkaitan dengan larangan mengumpat dan mencela, tetapi juga mengandung pesan penting mengenai bagaimana seseorang membangun komunikasi yang beretika dan menghargai martabat orang lain.

“Surat Al-Humazah mengingatkan kita agar senantiasa menjaga lisan. Jangan sampai perkataan yang kita sampaikan justru menyakiti, merendahkan, atau menjatuhkan orang lain. Dalam kehidupan akademik, perbedaan pendapat adalah sesuatu yang biasa, tetapi perbedaan tersebut harus disampaikan dengan cara yang santun, argumentatif, dan tetap menghargai sesama,” ujar Dr. H. Aras Solong, M.Si.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kemampuan menjaga lisan merupakan bagian dari pembentukan akhlak. Menurutnya, kecerdasan intelektual perlu berjalan seiring dengan kecerdasan moral dan spiritual agar sivitas akademika tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan profesional, tetapi juga mampu membangun hubungan sosial yang harmonis.

“Kita boleh berbeda pandangan, boleh memberikan kritik, bahkan harus berani mengoreksi ketika ada sesuatu yang perlu diperbaiki. Tetapi kritik jangan berubah menjadi celaan, perbedaan jangan berubah menjadi permusuhan, dan komunikasi jangan menjadi sarana untuk merendahkan orang lain. Inilah salah satu nilai penting yang dapat kita refleksikan dari Surat Al-Humazah,” jelasnya.

Dr. H. Aras Solong juga mengajak sivitas akademika untuk menjadikan kegiatan Yaumul Qur’an bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi sebagai momentum muhasabah dan perbaikan diri.

“Al-Qur’an tidak cukup hanya dibaca, tetapi harus dipahami dan tercermin dalam perilaku kita. Apa yang kita baca harus mampu memengaruhi cara kita berbicara, bersikap, bekerja, dan memperlakukan orang lain,” tuturnya.

Kegiatan Yaumul Qur’an tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya FISIP UIM dalam membangun lingkungan akademik yang berlandaskan nilai-nilai keislaman. Pembinaan spiritual diharapkan dapat berjalan seiring dengan pengembangan kapasitas intelektual dan profesional sivitas akademika.

Melalui kegiatan tersebut, FISIP UIM terus mendorong terciptanya budaya akademik yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, akhlak, etika komunikasi, dan nilai-nilai moral yang bersumber dari ajaran Islam.

Leave a Comment