Mubes Senat Mahasiswa FISIP UIM Dibuka, Dekan Tekankan Demokrasi dan Kepemimpinan Mahasiswa

Makassar, 9 Oktober 2026 — Musyawarah Besar (Mubes) Senat Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Makassar (UIM) resmi dibuka oleh Dekan FISIP UIM pada Jumat (9/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gedung FISIP UIM lantai 3 tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mengevaluasi organisasi sekaligus merumuskan arah kepengurusan dan program kerja ke depan.

Pembukaan Mubes dihadiri Kepala Bagian Kemahasiswaan UIM, Fathahuddin, S.Sos., dewan senior, Ketua Senat Mahasiswa FISIP UIM, para Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), Ketua Rayon PMII, serta jajaran pengurus organisasi kemahasiswaan lainnya di lingkungan FISIP UIM.

Dalam sambutannya, Dekan FISIP UIM menekankan bahwa Mubes bukan sekadar forum pergantian kepengurusan, tetapi merupakan bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa dalam berdemokrasi dan memimpin.

“Mubes ini adalah laboratorium demokrasi sekaligus laboratorium kepemimpinan. Melalui Mubes, mahasiswa dapat mempraktikkan secara langsung ilmu yang diperoleh selama belajar di FISIP UIM,” ujar Dekan.

Menurutnya, pengalaman berorganisasi memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan menyampaikan pendapat, mengelola perbedaan, mengambil keputusan, serta mempertanggungjawabkan keputusan yang telah disepakati bersama.

Dekan juga mengingatkan seluruh peserta Mubes agar menjadikan persatuan sebagai landasan dalam menjalankan kehidupan organisasi. Perbedaan pandangan, menurutnya, merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus disikapi secara dewasa dan tetap berada dalam koridor etika akademik.

“Jaga persatuan dan junjung tinggi etika akademik. Kalau berargumentasi, tunjukkan datanya. Kalau berdebat, gunakan akal dan adab,” pesannya.

Ia juga mendorong agar proses Mubes melahirkan pemimpin mahasiswa yang tidak hanya memiliki kemampuan berkomunikasi dan berorasi, tetapi mampu menghadirkan gagasan serta program kerja yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa dan fakultas.

“Kita ingin melahirkan pemimpin yang solutif. Bukan hanya pandai berorasi, tetapi harus mampu melahirkan program kerja yang nyata dan dapat dirasakan manfaatnya,” tegasnya.

Selain aspek kepemimpinan, Dekan mengingatkan mahasiswa untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas organisasi dan kewajiban akademik. Menurutnya, pengalaman berorganisasi seharusnya menjadi pendukung proses pendidikan, bukan mengesampingkan tanggung jawab utama sebagai mahasiswa.

“Seimbangkan antara organisasi dan kuliah. Organisasi penting untuk membentuk karakter dan kepemimpinan, tetapi akademik tetap harus menjadi tanggung jawab utama sebagai mahasiswa,” ujarnya.

Pembukaan Mubes tersebut kemudian menjadi awal rangkaian agenda persidangan mahasiswa FISIP UIM untuk membahas berbagai hal terkait organisasi, termasuk evaluasi kepengurusan, penyampaian aspirasi, serta penyusunan arah dan program kerja organisasi ke depan.

Melalui pelaksanaan Mubes, FISIP UIM berharap kehidupan organisasi kemahasiswaan dapat terus berkembang secara demokratis, beretika, dan produktif, sekaligus menjadi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri sebagai calon pemimpin yang mampu memberikan solusi bagi masyarakat.

Leave a Comment