FISIP UIM Gelar Yaumul Qur’an, Dalami Pesan Surat Al-Hujurat Ayat 12 dan Doa Bersama Jelang Akreditasi
Makassar, — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Makassar (UIM) kembali melaksanakan Yaumul Qur’an, agenda rutin yang digelar setiap Senin pada pekan ketiga. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh sivitas akademika FISIP UIM sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan spiritual sekaligus membangun budaya akademik yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.
Pada kegiatan kali ini, kajian Al-Qur’an disampaikan oleh Dr. H. Aras Solong, M.Si. dengan mengangkat kandungan Surat Al-Hujurat ayat 12. Ayat tersebut memberikan tuntunan penting dalam membangun hubungan sosial yang sehat, khususnya dengan menjauhi prasangka buruk, tidak mencari-cari kesalahan orang lain, serta menghindari perilaku menggunjing atau ghibah.
Dalam kajiannya, Dr. H. Aras Solong menjelaskan bahwa Al-Qur’an memberikan peringatan tegas agar manusia tidak mudah berprasangka terhadap sesama. Menurutnya, prasangka buruk dapat menjadi awal munculnya sikap negatif yang kemudian mendorong seseorang mencari kesalahan dan membicarakan keburukan orang lain.
“Al-Qur’an mengajarkan kepada kita untuk menjauhi prasangka buruk, tidak mencari-cari kesalahan orang lain, dan tidak melakukan ghibah. Ghibah bahkan diibaratkan seperti memakan daging saudara sendiri yang telah mati. Ini merupakan gambaran yang sangat kuat agar kita menyadari betapa buruk dan tercelanya perilaku tersebut,” jelasnya.
Pesan tersebut dinilai relevan dalam kehidupan sivitas akademika, terutama dalam membangun lingkungan kampus yang harmonis, saling menghargai, dan mengedepankan etika. Nilai-nilai yang terkandung dalam Surat Al-Hujurat ayat 12 juga dapat menjadi pedoman dalam membangun komunikasi yang sehat di lingkungan akademik.
Menurut pemateri, kehidupan akademik tidak hanya membutuhkan kecerdasan intelektual, tetapi juga kematangan moral dan kemampuan menjaga hubungan dengan sesama. Karena itu, sikap tabayun, saling menghormati, dan menghindari prasangka menjadi bagian penting dalam membangun budaya akademik yang positif.
Setelah kajian Al-Qur’an, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama dalam rangka persiapan akreditasi Program Studi Administrasi Publik FISIP UIM.
Doa bersama tersebut menjadi momentum bagi seluruh sivitas akademika untuk memohon kelancaran dan kemudahan dalam seluruh rangkaian proses akreditasi. Persiapan akreditasi tidak hanya dipandang sebagai agenda administratif, tetapi juga sebagai bagian dari ikhtiar bersama untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan di FISIP UIM.
Kegiatan Yaumul Qur’an sekaligus doa bersama tersebut mencerminkan komitmen FISIP UIM untuk memadukan penguatan spiritual, peningkatan kualitas akademik, dan ikhtiar kelembagaan. Nilai-nilai Al-Qur’an diharapkan tidak berhenti pada pemahaman, tetapi dapat diwujudkan dalam sikap dan perilaku seluruh sivitas akademika.
Melalui kegiatan rutin ini, FISIP UIM terus mendorong terciptanya lingkungan akademik yang tidak hanya unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter, etika, dan nilai-nilai keislaman yang kuat.