Maulid, Refresentasi Kecintaan Kepada Rasulullah Muhammad SAW
FISIP-Makassar. Bertempat di auditorium KH.Muhyiddin M.Zain telah berlangsung perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang dirangkaikan dengan Seminar Internasional bertema Peranan Budaya Lokal Dalam Moderasi Beragama.
Auditorium penuh dengan undangan dan hadirin yang takzim mengikuti perayaan. Turut hadir dan beberapa diantara lembaga memberi sambutan, antara lain Rektor Universitas Islam Makassar Prof.Dr. Muammar Bakry, Lc, MA, Gubernur Provinsi Sulsel, Nahdatul Ulama (NU) , MUI dan pengurus wilayah, NU Muslimat, IKA PMII Sulawesi Selatan, Wakil Ketua STAI Imam Syafi’i Cianjur, Dr. Muhammad Shadi Arbash , Wakil Rektor I dan II, Para Dekan, Ketua Lembaga, dosen dan mahasiswa se UIM. Kegiatan berlangsung pada Sabtu (7/10) dan dirangkaian pula dengan lomba hias pohon pisang dan bakul maulid antar fakultas.
Dalam sambutannya Rektor UIM mengatakan apa yang kita lakukan dengan perayaan Maulid ini merupakan salah satu wujud dan refresentasi dari kecintaan kita kepada Rasulullah Muhammad SWA. Semoga apa yang telah kita lakukan bisa memperoleh safaat dari Rasulullah kelak.
Dihadapan para hadirin, khususnya kepada tamu dari Damaskus, Rektor UIM mengatakan, ini pertama kali di dunia dan hanya ada di Makassar, ada pohon pisang tapi buahnya telur, jadi Makassar memang istimewa.
Seusai Rektor, sambutan dilanjutkan oleh Gubernur Sulsel Dr. Bachtiar Baharuddin, M.Si, yang diwakili oleh Bidang Kesra . Gubernur mengatakan merasa bahagia karena masyarakat dan panitia pelaksana Maulid dalam segenap akivitasnya senantiasa berpedoman pada tuntutan norma norma ajaran Islam. Hal ini, tentu memberikan manfaat bagi kita semua terutama dalam menyikapi merosotnya nilai nilai akhlak dan moral yang tengah melanda sebagian masyarakat kita
Untuk itu, kata Gubernur , saat ini kita memerlukan pegangan yang kuat untuk memacu spirit kita dalam mengantarkan perjalanan panjang era reformasi pembangunan yang sarat dengan tantangan dan tuntutan yang harus mampu kita atasi . Dalam hubungan ini, keteladanan kita kepada kemuliaan sifat Rasulullah dalam menata kehidupan beragama, bermasyarakat dan berbangsa . Keteladan ini hendaknya semakin meningkat sehingga dapat memberikan suasana sejuk dan damai dalam membangan hari esok yang lebih baik
Gubernur menambahkan , karena itu dimasa kini dan di masa akan datang pada diri dalam seorang muslim dituntut untuk memiliki kualitas kepribadian yang islami sebagai modal dasar meraih kesuksesan dan kebahagiaan dalam kehidupan ini.
Selanjutnya materi ceramah dan materi mengenai Peranan Budaya Lokal dalam Moderasi Beragama dibawakan oleh Dr. Muh. Sa’di al Arbasi al Rifai. Materi dibawakan dalam Bahasa Arab dan didampingi penerjemah.
Dikatakannya umat muslim di Indonesia sangat istimewa karena sangat cinta , menghormati dan selalu menjunjung tinggi sunnah Nabi. Juga cinta kepada cucu cucu kanjeng Nabi.
Keistimewaan lainnya adalah agama masuk ke Indonesia , kemudian dijadikan rukun dan dasar dalam beragama. Dari sejarah masa silam diketahui agama masuk dengan cara yang lembut dan tak ada kekerasan, inilah yang membedakan Indonesia dengan negara lain, sehingga Indonesia lebih special dibanding umat umat yang lain. (nik)