Bangun Budaya Taat Pajak, Mahasiswa FISIP UIM Teliti Faktor Penentu Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan
Makassar, 25 Juni 2026 – Kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban membayar pajak kendaraan bermotor menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pembangunan daerah. Isu tersebut menjadi fokus penelitian Riswan, mahasiswa Program Studi Administrasi Fiskal Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Makassar (UIM), yang mengikuti ujian tutup pada Kamis, 25 Juni 2026.
Dalam ujian tersebut, Riswan mempertahankan skripsinya yang berjudul “Analisis Determinan Kepatuhan Pajak Kendaraan Bermotor pada Masyarakat Desa Cenrana Kabupaten Bone.” Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi berbagai faktor yang memengaruhi kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor, mulai dari tingkat kesadaran wajib pajak, pemahaman terhadap regulasi perpajakan, kualitas pelayanan, hingga faktor sosial dan ekonomi.
Ujian tutup berlangsung dalam suasana akademik yang kondusif dengan menghadirkan A. Indah Lestari AM, S.E., M.M. sebagai dosen pembimbing dan Nugraha Abhull Azwad, S.E., M.Ak. sebagai dosen penguji. Selama pelaksanaan ujian, mahasiswa memaparkan hasil penelitiannya sekaligus menjawab berbagai pertanyaan dan masukan dari tim dosen guna memperkuat kualitas analisis dan rekomendasi penelitian.
Dosen pembimbing, A. Indah Lestari AM, S.E., M.M., menilai bahwa penelitian mengenai kepatuhan pajak memiliki nilai strategis karena berkaitan langsung dengan upaya meningkatkan penerimaan daerah dan membangun budaya taat pajak di masyarakat.
“Pajak merupakan salah satu sumber utama pembiayaan pembangunan. Karena itu, penelitian yang mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan wajib pajak sangat penting sebagai bahan evaluasi dan masukan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pelayanan perpajakan yang lebih efektif,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Administrasi Fiskal FISIP UIM menyampaikan bahwa mahasiswa didorong untuk mengangkat tema-tema penelitian yang dekat dengan persoalan nyata di masyarakat.
“Kami ingin penelitian mahasiswa tidak berhenti sebagai karya akademik semata, tetapi mampu memberikan solusi dan rekomendasi yang dapat dimanfaatkan oleh instansi maupun masyarakat. Kajian tentang kepatuhan pajak ini menjadi salah satu contoh penelitian yang memiliki manfaat praktis sekaligus akademik,” ungkapnya.
Melalui pelaksanaan ujian tutup ini, FISIP UIM terus menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan dan penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.