Kolaborasi Mahasiswa dan Dosen FISIP UIM Warnai Harlah ke-25 SEMA Lewat Workshop Sapa Publik

Makassar – Dalam rangka memperingati Harlah ke-25 SEMA FISIP UIM, mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Makassar (FISIP UIM) melaksanakan kegiatan Ko-Kurikuler 2 yang dikolaborasikan dengan program kerja Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Administrasi Publik melalui kegiatan bertajuk “Workshop Sapa Publik”, Kamis (30/4/2026), di Kantor Desa Botolempangan, Maros Utara.

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat, dengan melibatkan perangkat desa serta ibu-ibu PKK Desa Botolempangan sebagai peserta utama. Pelaksanaan kegiatan tersebut juga menjadi ajang bagi dosen untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pendampingan akademik dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui keterlibatan dosen dalam workshop serta pendampingan administrasi desa, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara kampus dan masyarakat dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di tingkat desa.

Mengusung semangat kolaborasi dan penguatan kapasitas masyarakat desa, kegiatan menghadirkan narasumber Dr. H. Aras Solong, M.Si., yang memberikan materi terkait pelayanan publik, tata kelola administrasi, serta pentingnya peningkatan kualitas pelayanan masyarakat di tingkat desa.

Dalam pemaparannya, Dr. H. Aras Solong menekankan bahwa mahasiswa memiliki peran penting sebagai mitra masyarakat dalam mendorong peningkatan kualitas administrasi dan pelayanan publik desa.

“Mahasiswa harus mampu hadir di tengah masyarakat bukan hanya sebagai pelajar, tetapi juga sebagai agen perubahan yang memberikan kontribusi nyata melalui edukasi dan pendampingan,” ujarnya.

Selain sesi workshop dan diskusi publik, kegiatan juga dirangkaikan dengan pendampingan administrasi kepada perangkat desa dan ibu-ibu PKK terkait penyusunan laporan pertanggungjawaban (LPJ), pembuatan surat-menyurat, serta penyusunan proposal kegiatan. Pendampingan tersebut dilakukan langsung oleh mahasiswa sebagai bentuk praktik lapangan sekaligus penguatan kompetensi administrasi publik berbasis masyarakat.

Ketua HMJ Ilmu Adm. Publik, Nurain Qurani, menyampaikan bahwa Workshop Sapa Publik dirancang tidak hanya sebagai program akademik, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat desa.

“Kegiatan ini menjadi wadah mahasiswa untuk menerapkan ilmu administrasi publik secara langsung, sekaligus membantu masyarakat desa dalam memahami administrasi organisasi dan pelayanan publik yang lebih baik,” ungkapnya.

Pemerintah Desa Botolempangan menyambut positif kegiatan tersebut dan berharap kerja sama dengan FISIP UIM dapat terus berlanjut melalui program-program pemberdayaan masyarakat lainnya.

“Kami sangat terbantu dengan adanya pendampingan ini, khususnya dalam penyusunan administrasi desa dan kegiatan PKK. Semoga kegiatan seperti ini terus dilakukan,” ujar salah satu perangkat desa.

Kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Kehadiran mahasiswa dan dosen FISIP UIM melalui Workshop Sapa Publik menjadi bukti nyata komitmen kampus dalam membangun sinergi antara dunia akademik dan masyarakat, sejalan dengan semangat Harlah ke-25 SEMA FISIP UIM.

 

Leave a Comment