Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fisip UIM Al-Gazali Laksanakan Praktik Public Speaking di Anjungan Pantai Losari

Fisip.UIMakassar-Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali melaksanakan praktik mata kuliah Public Speaking di ruang terbuka, tepatnya di Anjungan Pantai Losari, Makassar, Sabtu (19/04). Kegiatan ini diikuti oleh 32 mahasiswa semester enam yang saat ini memprogramkan mata kuliah tersebut. Praktik ini merupakan bagian dari pembelajaran luar kelas (outdoor learning) yang dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa sebagai materi awal dalam mengasah keterampilan berbicara di depan umum.

Dosen pengampu mata kuliah Public Speaking, Sabaruddin M. Adjie, memandu secara langsung jalannya kegiatan dengan materi utama berupa latihan pernapasan diafragma dan latihan artikulasi. Selain penyampaian materi, kegiatan juga diselingi dengan berbagai games menarik yang tetap relevan dengan materi pelatihan, seperti tiup balon yang bertujuan untuk melatih pernapasan diafragma dan kontrol napas, permainan lilin hidup yang bertujuan melatih kontrol hembusan napas, lompat huruf vokal, kalimat bersambung untuk memperjelas artikulasi vokal dan konsonan, serta tongue twister untuk memperjelas artikulasi. Permainan ini tidak hanya membuat suasana menjadi lebih santai dan menyenangkan, tetapi juga bertujuan untuk memperkuat teknik vokal dan artikulasi mahasiswa dalam konteks komunikasi verbal.

Tujuan dari pelaksanaan praktik ini adalah meningkatkan teknik pernapasan dan artikulasi suara agar lebih jelas dan terstruktur, memberikan simulasi langsung tentang bagaimana menyampaikan pesan secara efektif di ruang terbuka dengan tantangan lingkungan sekitar, menumbuhkan semangat kolaborasi dan kekompakan antar mahasiswa dalam berkomunikasi, dan pada akhirnya meningkatkan keberanian serta kepercayaan diri mahasiswa saat berbicara di hadapan publik.

“Praktik seperti ini sangat penting untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis yang dibutuhkan dalam dunia komunikasi profesional. Public speaking bukan hanya soal berani bicara, tapi bagaimana suara kita terdengar jelas, artikulatif, dan sampai ke hati audiens. Melalui latihan-latihan seperti ini, mahasiswa diajak mengenali potensi suara mereka dan mengasahnya lewat pendekatan yang menyenangkan namun tetap serius,” ujarnya.

Salah satu peserta, Luthfiah Qonita, mengaku antusias mengikuti kegiatan ini. “Belajar langsung di lapangan membuat saya lebih memahami pentingnya teknik suara dalam public speaking. Suasananya juga menyenangkan karena banyak aktivitas seru,” katanya.

Hal senada disampaikan oleh Andi Muhammad Rizky, mahasiswa peserta praktik lainnya, yang menyoroti keseruan berbagai permainan yang dilakukan.

Games-nya seru banget, tapi ternyata semua itu punya tujuan. Misalnya, tiup balon dan tiup lilin itu sangat membantu melatih kekuatan napas dari diafragma. Lalu, lompat huruf vokal bikin kita lebih fokus ke artikulasi. Jadi, kita belajar sambil main, tapi hasilnya terasa,” ungkapnya.

Dengan suasana pantai yang terbuka dan penuh semangat, kegiatan ini menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan public speaking yang menjadi bekal penting dalam dunia kerja maupun kehidupan sosial mereka ke depan.

Leave a Comment