Peran Civitas Akademika dalam Konteks Islam dan Ilmu Sosial-Politik
Fisip.UIMakassar. Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Makassar (UIM) Andi Indah Lestari AM, SE., MM berkesempatan membawakan kuliah tujuh menit (kultum) di Masjid As Shahabah UIM Pada Selasa 18/09/2024 yang bertajuk “Peran kita sebagai civitas akademika, khususnya dalam konteks Islam dan Ilmu Sosial-Politik.”
Dalam kultumnya, ditekankan pentingnya peran civitas akademika UIM sebagai institusi yang berbasis nilai-nilai Islam dalam membangun karakter dan integritas. Dia memulai dengan kutipan dari Surat Al-Mujadilah ayat 11 yang menyatakan bahwa Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan yang berilmu. Pesan ini, menurutnya, menjadi landasan bagi setiap anggota akademik UIM untuk tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga memiliki iman yang kokoh.
Andi Indah menegaskan bahwa ilmu sosial-politik memiliki peran penting dalam memahami hubungan antarmanusia, kekuasaan, dan dinamika masyarakat. “Dengan mempelajari ini, kita diharapkan menjadi individu yang peka terhadap masalah-masalah sosial dan mampu mencari solusi yang adil dan maslahat untuk kemaslahatan umat,” ungkapnya.
Mengutip sebuah hadis, beliau menegaskan pentingnya tanggung jawab sosial bagi para akademisi: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.” Hal ini, menurutnya, sangat relevan dalam kajian sosial-politik, di mana civitas akademika diharapkan terlibat aktif dalam upaya memperbaiki kondisi masyarakat, dengan tetap mengedepankan prinsip-prinsip Islam dalam setiap kebijakan sosial maupun politik.

Foto Wakil Dekan I Fisip UIM bawakn Qultum
Di era globalisasi yang penuh tantangan ini, Andi Indah Lestari mengingatkan bahwa civitas akademika harus bijak dalam menyikapi perubahan sosial yang tidak selalu sejalan dengan ajaran Islam. “Peran kita adalah menjadi agen perubahan yang menyeimbangkan antara pencapaian materi dengan nilai-nilai spiritual,” ujar Andi Indah, seraya menekankan pentingnya kejujuran, keadilan, dan kebijaksanaan dalam menghadapi dinamika global.
Mengakhiri kultumnya, seluruh mahasiswa dan dosen diajak untuk menjadikan ilmu yang mereka pelajari sebagai sarana memperbaiki kehidupan sosial, seraya berharap agar keberkahan dan manfaat ilmu dapat dirasakan oleh masyarakat luas.
“Mari kita jadikan ilmu yang kita pelajari sebagai jalan untuk memperbaiki kehidupan sosial, dan jangan lupa untuk selalu mengedepankan nilai-nilai Islam dalam setiap tindakan kita,”tutupnya dengan penuh harapan. (Fisip)